Tingkatkan partisipasi pemilih dari sekolah, KPU Mentawai kukuhkan Duta Pemilih Pemula di SMAN 1 Sipora
Sioban - Suasana khidmat menyelimuti halaman SMAN 1 Sipora saat seluruh majelis guru serta siswa-siswi mengikuti upacara bendera rutin yang dirangkaikan dengan kegiatan pengukuhan Duta Pemilih Pemula, di Halaman SMAN 1 Sipora, Senin (2/2).
Kegiatan ini menjadi momen istimewa karena menghadirkan pembina upacara dari unsur penyelenggara pemilu, yakni Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kepulauan Mentawai, Eki Butman.
Upacara yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB tersebut berlangsung tertib dan penuh semangat. Seluruh peserta, mulai dari dewan guru hingga para siswa, berbaris rapi di lapangan sekolah. Selain menjadi agenda rutin setiap Senin, upacara kali ini memiliki makna lebih karena diisi dengan edukasi kepemiluan serta pengukuhan perwakilan siswa sebagai Duta Pemilih Pemula.
Dalam amanatnya, Eki Butman menyampaikan bahwa kehadiran pihak KPU di sekolah merupakan bagian dari upaya memberikan pemahaman langsung kepada generasi muda mengenai pentingnya demokrasi. Ia menegaskan bahwa pendidikan politik tidak harus menunggu usia dewasa, melainkan perlu dikenalkan sejak bangku sekolah.
“Kehadiran kami di sini untuk menginformasikan apa sebetulnya Pemilu dan Pilkada, serta seberapa penting peran keduanya bagi bangsa, masyarakat, dan juga adik-adik semua. Kami bersyukur diberi ruang oleh sekolah untuk menjadi pembina pada upacara Senin pagi ini,” ujarnya di hadapan peserta upacara.
Menurutnya, pemilu bukan sekadar agenda lima tahunan, melainkan sarana menentukan arah masa depan bangsa. Oleh karena itu, pemilih pemula memiliki posisi strategis karena jumlahnya cukup besar dan berpotensi memengaruhi hasil demokrasi. Ia mengajak para siswa untuk tidak apatis terhadap proses politik dan mulai belajar memahami hak serta kewajiban sebagai warga negara.
Lebih lanjut, Eki menekankan pentingnya sikap dewasa dalam menyikapi perbedaan pilihan politik. Ia mengingatkan bahwa perbedaan adalah hal wajar dalam demokrasi, namun tidak boleh menjadi pemicu perpecahan di tengah masyarakat.
“Kami berharap adik-adik dalam menghadapi pemilu nantinya dapat menghargai perbedaan. Sering kali kekacauan dan perdebatan muncul akibat perbedaan pilihan. Jangan sampai perbedaan itu memecah belah kita dalam kehidupan bermasyarakat,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, pihak KPU juga mengukuhkan Duta Pemilih Pemula yang dipilih dari kalangan siswa. Para duta ini diharapkan menjadi penghubung antara KPU dan warga sekolah dalam menyampaikan informasi seputar pemilu, termasuk tahapan, pentingnya menggunakan hak pilih, serta pendidikan demokrasi lainnya.
“Kami ingin hadir bersama adik-adik semua. Untuk langkah awal, kami telah menunjuk Duta Pemilih Pemula dari masing-masing sekolah. Harapannya, mereka menjadi jembatan komunikasi antara KPU dan siswa-siswi,” tambah Eki.
Prosesi pengukuhan dilakukan secara simbolis dengan penyematan selempang kepada perwakilan siswa yang terpilih. Tepuk tangan meriah mengiringi momen tersebut, menandakan dukungan penuh dari seluruh peserta upacara. Pihak sekolah menyambut baik program ini karena dinilai mampu menumbuhkan kesadaran berpolitik secara sehat dan bertanggung jawab.
Dengan terselenggaranya upacara bendera sekaligus pengukuhan Duta Pemilih Pemula ini, SMAN 1 Sipora menunjukkan komitmennya dalam membentuk siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga sadar akan hak dan tanggung jawab sebagai warga negara. Semangat demokrasi pun ditanamkan sejak dini, demi terciptanya masyarakat yang rukun, toleran, dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan bangsa. (Humas-Agung Pramono)